-->
  • Jelajahi

    Copyright © PELAJAR NU KARANGKOBAR
    Best Viral Premium Blogger Templates

    NamaLabel

    Iklan

    Kader IPNU IPPNU Karangkobar harus Menjaga tradisi dengan pembaruan masa kini.

    Mas Zuuul
    Sunday, January 27, 2019, 2:48 AM WIB Last Updated 2019-01-30T06:35:31Z



    Abad 20 sering  sekali di sapa dengan sebutan zaman mileneal, dimana kemajuan zaman tidak dapat terbendung, yang paling deras aliranya menurut saya adalah kemajuan dibidang komunikasi misalnya media sosial, banyaknya media sosial dan mudahnya untuk diakses membuat beberapa kalangan tidak perlu repot-repot untuk mencari informasi di belahan dunia, hanya bermodal smartphone dan paket data saja sudah cukup, sangat berbeda dengan generasi dibawah abad 19 ingin mendapatkan informasi apapun harus menunggu lama atau bahkan harus menemui sumber informasinya.
    Tidak dapat dipungkiri setelah saya telusuri dan cermati khususnya di kalangan pelajar /pemuda di kecamatan Karangkobar hampir semuanya memiliki akun media sosial tidak menutup kemungkinan berarti mereka memiliki handphone , jika tidak berhati-hati di sadari atau tidak, alat komunikasi ini mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, itu terbukti saya lihat diberbagai kesempatan ketika ada forum atau tongkrongan anak muda di Karangkobar mereka di sibukan masing-masing dengan benda ini padahal mereka sadar-menyadari bahwa mereka sedang duduk jejeran atau bareng.     
    Saya kira itu tidak terjadi di Karangkobar saja, terbukti dengan jumlah pengguna medsos yang pada kenyataan tidak bisa dihitung dengan itungan jari, Fenomena media Sosial saya sebut sebagai fenomena terbesar diabad ini, karena menyebabkan hal yang luarbiasa dan  sulit dikendalikan atau dibendung kedatanganya, sangat besar guncangannya dan sangat deras datangnya .
     Di kalangan mileneal berbeda-beda dalam mengikuti arah alirannya yang sangat bermacam-macam arahnya, ada yang untuk berwirausaha, ajang silaturahim, ada yang hanya untuk kesenangan semata adapula yang mengalir untuk menambah wawasan pengetahuan atau bisa disebut dengan media belajar, nah disini saya akan mencoba mengupas di arah media belajar atau menambah ilmu pengetahuan.
    Di era sekarang ini Media sosial menjadi pengaruh besar pada perkembangan zaman dan berhasil menjadi salah satu media komunikasi tercepat serta paling banyak di minati oleh kalangan mileneal, sehingga tak bisa di salahkan para pengguna akun menjadikan media sosial sebagai wadah menambah wawasan, mencari tau, atau bahkan sebagai tempat mencari ilmu misalnya pada akun YouTube, Gogle, Facebook.
    Nah disini saya mengambil hikmah dari hal tersebut, sebagai warga nahdliyin khususnya para pelajar/pemuda harus cerdas atau berhati-hati ketika memanfaatkan akun tersebut sebagai wadah informasi, akhir-akhir ini banyak bermunculan pendakwah di media sosial yang belum kita kenal jauh belum tau asal usulnya begitu memaparkan masalah agama dengan lantang dan tegas kembali ke Al-Qur’an dan Hadist akhirnya menjadi suatu rujukan, banyak sekali ustadz-ustadz baru yang mengaku bahkan diakui sebagian kalangan sebagai Ulama, hal inilah yang perlu dicermati oleh warga nahdliyin terlebih kaum pelajar IPNU IPPNU sebagai generasi atau ujung tombak NU.
    kalau menurut Gus Mus orang-orang tersebut bukan Ulama melainkan U baru, karena hanya bermodal hafalin hadist mashur 1,2 atau beberapa dan sorban 25 ribu udah ceramah kemana-mana, sudah mengkritik orang, menyalahkan orang, bisa rusak orang awam ini kalau itu di ikuti ( Gus Mus ).

    Perlu diketahui sanad keilmuan itu sangat penting, apalagi kita sebagai wong NU karena ada istilah Tawasul , kita jangan kuwatir ber IPNU IPPNU karena sudah jelas Sanad keilmuwannya InsyaAlloh Mutawatir ke Kanjeng Nabi Muhammad SAW, misalkan di ilmu Fiqh kita sudah jelas mengikuti Madhzab 4 Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi’I, Imam Hambali, dalam Tasawuf kita ijtihad Syech Junaid Al- Baghdadi, dan masih banyak sanad lainya.
     ketika ada pemuka agama mengajak kita kembali ke Qur’an dan Hadist saya kira kurang pas diterapkan apalagi di kalangan generasi mileneal, saya kasih contoh kecil dalam memahami Al-Qur’an kita tidak cukup hanya dengan membaca atau menerjemahkan secara tekstual, atau hanya memahami lewat terjemahan latin, itu tidak akan cukup, karena dalam Al-Qur’an terdapat berbagai kata yang tidak bisa diterjemahkan secara gamblang tekstual, ada kata yang menggunakan majas, kiasan saya contohkan mengutip pemaparan Guru saya Gus Mubarok Ahbabillah, Alh pada sebagian ayat surat Al-Fath ada kata Yadullohu Fauqo Aidihim, jika kata Yadulloh dimaknai secara takstual maka maknanya tangan Alloh, hal tersebut bertentengan dengan sifat-sifat wajib Alloh Mukholafatulil Hawadist, Alloh tidak menyerupai makhluknya, maka Ulama sepakat kata Yadulloh tersebut dimaknai dengan arti kekuasaan Alloh. yang mana hal tersebut membutuhkan tafsir, maka peran Salafusshalih sangat penting dalam hal ini.

    Jadi kesimpulannnya sebagai warga NU terkhusus kalangan IPNU IPPNU pandai-pandailah dalam mengambil referensi di gogle atau menonton kajian di YouTube dengan memperhatikan Sumber /Narasumbernya, jangan langsung direspon bahkan di bagikan /Search ke public tanpa kita ketahui sumber akarnya, saya kira kita sudah bisa memilah-milah hal tersebut, untuk lebih berhati-hatinya sebelum percaya dan membagikan ke public kita kenali narasumbernya dan isi kajiannya, dan apabila kita mendapati sebuah keraguan sebaiknya kita tanyakan pada orang-orang terdekat kita atau guru-guru kita. Dengan demikian kita bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah kita dapat dan yang kita publikasikan, bahkan kita dapat terhindar dari kemungkinan terjadinya berita HOAX.

    Sebagai kader IPNU IPPNU khususnya di Karangkobar kita jangan sampai ketinggalan jaman, kita harus bisa mensikapinya dengan berpegang “ Al Mukhafadotu ‘ala Qodimis Assholih Al Akhdu Bil Jadidil Ashlah ‘’. agar tidak ketinggalan jaman Jadikah Kader yang bisa menjaga jaman bukan malah menjadi korban jaman, dengan cara “ menjaga sesuatu yang terdahulu yang baik, dan menambah sesuatu yang baru (perkembangan zaman) dengan yang lebih baik”

    SALAM BERJUTA 


    _Kukuh Adi Irawan_

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan

    Profile

    +